Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Labels

Sabtu, 23 Maret 2013

Cara pengontrolan kawa gigi

Kawat gigi mempermudah terkumpulnya sisa makanan dan plak gigi, terutama di sekitar alat yang ditempel pada permukaan gigi. Namun, jika dirawat dengan baik, kerusakan gigi maupun penyakit periodontal dapat dihindari.

Penting! Melakukan pengontrolan plak gigi setiap harinya. Cara pengontrolan sebagai berikut:
  • Gunakan sikat gigi dengan bulu sikat lembut, sebaiknya gunakan sikat gigi khusus untuk ortodontik untuk menyikat gigi beserta kawat
  • Flossing pada gigi dengan kawat akan memakan waktu lebih lama dari biasa. Gunakan dental floss yang mudah digunakan sehingga lebih efektif dan efisien.
  • Sikat gigi untuk celah/sela-sela gigi sangat baik untuk membersihkan areal antara gigi dengan kawat. Sehingga plak dan bau yang dihasilkan dapat dihindari.
  • Irigasi rongga mulut dapat digunakan untuk mempermudah dalam membersihkan gigi dengan menyikat maupun flossing. Kumur dengan obat yang mengandung fluoride dapat mencegah terjadinya karies gigi.
  • Hindari mengkonsumsi makanan keras. Ini untuk mencegah bengkok/patahnya kawat atau lepasnya bracket.
  • Hindari makanan yang lengket seperti, permen karet, dodol, dan caramel, untuk mencegah patahnya atau lepasnya kawat.
  • Hindari mengkonsumsi makanan yang berdampak karies gigi tinggi, terutama yang kandungan gulanya tinggi
  • Kunjungi dokter gigi secara reguler, sehingga dapat dimonitor kondisi gigi, gusi dan rongga mulut serta kemajuan perawatan meratakan gigi tersebut.

Senin, 18 Maret 2013

Cara membersihkan sisa makanan pada kawat gigi / behel



Pertama : Menggunakan Sikat Gigi khusus Ortodontik dan Sikat Interdental
Step 1. Mulai dari bagian luar gigi, gunakan sikat dengan sudut lurus dengan gerakan memutar atau dari gusi ke arah gigi.



Step 2. Bersihkan terutama bagian perbatasan antara gigi dan gusi, tempat paling sering menempelnya sisa-sisa makanan. Caranya dengan menggerakkan sikat gigi dari arah gusi ke bawah (untuk rahang atas), dan ke arah atas (untuk rahang bawah), atau bisa juga dengan gerakan melingkar.

Step 3. Bersihkan gigi secara keseluruhan, arahkan sikat gigi ke arah atas (untuk rahang atas) dan bawah (untuk rahang bawah)

  

Step 4. Dengan perlahan bersihkan permukaan gigi tempat mengunyah pada rahang atas maupun bawah.


Step 5. Bersihkan bagian dalam dari gigi.


Step 6. Gunakan sikat gigi interdental, (bentuknya seperti sikat botol, tanyakan kepada Ortodontist anda dimana dapat membeli sikat ini) untuk membersihkan bagian gigi yang berada di bawah kawat melintang yang tidak dapat dijangkau dengan sikat gigi biasa.



Kedua : Menggunakan Dental Flossing Dental Floss atau benang gigi berfungsi untuk membersihkan sela-sela gigi yang tidak dapat dijangkau dengan sikat gigi.
 
Step 1. Flossing dilakukan minimal 1 kali per hari. Dental floss harus dimasukkan ke bawah kawat, dapat menggunakan bantuan Floss threader

Step2. Masukkan ujung dari Floss Threader di bawah kawat dan tarik sampai dental flossnya masuk ke bawah kawat.


Step 3. Tekan dental floss keatas (rahang atas), atau bawah (rahang bawah) diantara gigi dan perlahan tarik ke arah yang berlawanan.
 

Step 4. Tarik keluar dental floss dan gunakan sisi lainnya untuk membersihkan permukaan gigi lain.



Informasi kawat gigi

Ada beberapa macam alat yang biasa digunakan, selama ini kita sering menyebutnya begel atau kawat gigi. Mungkin Anda sering menjumpai orang mempunyai gigi dengan ‘pagar’ kawat. Alat tersebut adalah braces, yaitu alat orthodonti cekat. Alat ini hanya bisa dipasang dan dilepaskan oleh dokter gigi saja. Sedangkan retainer adalah alat orthodonti lepasan, yang bisa dilepas-lepas oleh pemakainya.

Alat orthodonti cekat mampu membuat pergerakan yang lebih kompleks dalam kesatuan deretan gigi, yang merupakan kelebihannya dibanding alat orthodonti lepasan, sehingga dapat lebih mempercepat proses teraturnya gigi Anda.
Pada masa awal perawatan, mungkin Anda akan merasakan sedikit nyeri, bila perlu minumlah obat pereda sakit. Yang harus diperhatikan, Anda membutuhkan waktu dua kali lebih lama untuk membersihkan gigi, karena selain membersihkan gigi, Anda juga membersihkan kawat giginya. Bila sisa makanan mengumpul di sekitar alat, akan berisiko terjadinya gigi berlubang dan radang gusi. Meskipun jarang terjadi, alat bisa rusak atau longgar, sehingga melukai mulut. Jadi sebaiknya hindari makanan terlalu keras, lengket dan manis.
Untuk keberhasilan perawatan, tingkat keberhasilannya sampai 95 persen jika pasien kooperatif dalam memeriksakan keadaan giginya. Untuk kasus yang sulit, keberhasilannya hanya bisa mencapai 90 persen.

Besarnya biaya perawatan bervariasi, tergantung dari faktor kesulitan, lama perawatan serta alat yang digunakan. Besarnya biaya berkisar antara Rp 7 – 8 juta, dengan rincian 30 persen untuk biaya dokter dan 70 persen untuk alat. Biaya yang cukup besar ini dikarenakan alatnya belum diproduksi di Indonesia, sehingga masih perlu diimpor dari Amerika Serikat. Selain itu, juga karena ketika Anda kontrol, arch wire-nya harus diganti.

Seiring dengan perkembangan zaman dan keinginan untuk tampil lebih cantik dengan senyum yang indah , saat ini penggunaan alat orthodonti cekat ini bukan lagi hanya untuk memperbaiki fungsi gigi, tetapi sudah menjadi aksesoris. Alat ortodonthi cekat inipun semakin berkembang. Brackets bisa terbuat dari berbagai bahan, yang banyak dipakai adalah yang terbuat dari baja, adapula yang terbuat dari emas, keramik dan tersedia dalam berbagai warna.

Yang terbaru adalah yang terbuat dari porselen berwarna transparan seperti warna gigi sehingga pemakaiannya tersamar. Harganya tentu lebih mahal (sekitar Rp 12 juta), konsumennya adalah mereka yang ingin tampil lebih elegan. Karet warna-warni yang banyak menghiasi kawat gigi, berfungsi untuk mengencangkan bracket, selain itu juga memberikan kesan modis pada kawat gigi, sehingga lebih disukai para remaja.