Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Labels

Rabu, 25 Januari 2012

Tips Memakai Kawat Gigi

Kawat Gigi atau terkadang disebut bracket/behel saat ini tidak hanya untuk kesehatan tetapi dipandang juga sebagai gaya hidup.
Semakin banyaknya artis/public figure yang menggunakan kawat gigi ini menjadikannya seperti mode tersendiri terutama untuk para ABG yang menggunakannya dengan warna-warni mencolok.
Saya sendiri menggunakannya karena memang walau sekilas gigi tampak rapi, tapi terdapat beberapa yang sedikit menumpuk.
A. Hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum memasang kawat gigi :
1. Persiapkan waktu yang lumayan longgar untuk melakukan treatment awal maupun saat memasang kawat nantinya, tentu kita tidak mau apabila terpaksa membatalkan urusan lain atau suatu pertemuan penting karena pemasangan yang belum selesai.
2. Foto rontgen gigi (Cepalometrix dan atau Panoramix), foto ini tujuannya untuk mengetahui struktur gigi kita baik bentuk maupun apakah terdapat gigi yang berlubang/perlu dicabut.
3. Biaya yang harus dikeluarkan, untuk saat ini (Tahun 2010) biaya pemasangan rata-rata antara Rp. 5-9 Juta dimana setiap kali kontrol terkena biaya Rp. 20 ribu – Rp. 50 Ribu. Biasanya terdapat biaya tambahan apabila ternyata memerlukan penanganan lanjutan seperti pembersihan karang gigi, pencabutan gigi, obat, dll.
4. Lakukan test tekanan darah (tensi) dan kadar gula, untuk memastikan bahwa kita dalam kondisi yang memungkinkan untuk dipasang kawat gigi terutama apabila terdapat gigi yang duperlukan untuk dicabut. Apabila tekanan darah kita tinggi atau kadar gula kita tinggi dapat mempengaruhi banyaknya darah yang keluar apabila gigi dicabut sehingga bisa pingsan di tengah-tengah.
B. Saat dilakukan pemasangan kawat gigi
1. Konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter gigi anda, apakah memang harus ada gigi yang dicabut atau tidak. Apakah kawat gigi cukup 1 bagian (atas/bawah) ataukah keduanya. Apabila ternyata keduanya apakah dipasang bersamaan ataupun tidak. Kita berhak tahu dokter gigi tsb akan melakukan apa saja, dan berhak untuk tidak menyetujuinya apabila kita pandang tidak perlu. Misal :  menurut dokter gigi harus dicabut 4 gigi, sedangkan menurut kita cukup 2 gigi. Konsultasikan hal tersebut terlebih dahulu.
2. Apabila pemasangan tidak dapat dilakukan dalam 1 hari, buatlah jadwal di hari yang berdekatan supaya penanganannya lebih maksimal. Misal hari pertama untuk pencabutan gigi dan hari kedia untuk pemasangan kawat gigi.
3. Makan yang cukup sebelum datang ke dokter gigi. Karena setelah dilakukan pemasangan , akan timbul sariawan atau rasa sakit dan geli pada gigi untuk mengunyah karena posisi gigi yang tertarik ke posisi baru.
4. Setelah terpasang semua kawat giginya, saat ini tersedia karet dengan berbagai macam warna sesuai selera anda. Bahkan terdapat yang bentuknya bukan hanya lingkaran tapi seperti kepala Mickey Mouse ataupun Hello Kitty. Apabila anda bekerja akan lebih baik memilih warna yang netral (cenderung tua).
5. Tanya kepada dokter, bagaimana cara untuk menggosok gigi yang benar dan tipe sikat gigi yang cocok dengan gigi anda setelah dilakukan pemasangan kawat gigi.
6. Minta obat kepada dokter untuk meredakan rasa nyeri (biasanya Pondstan, dll), obat untuk bengkak apabila dicabut, dan obat antibiotik.
C. Setelah dilakukan pemasangan kawat gigi
1. Antara 1-2 Minggu awal setelah pemasangan, biasanya akan timbul sariawan yang sangat mengganggu. Saya sendiri menggunakan berbagai macam cara dari kumur air garam hangat, meminum enkasari, pondstan, sampai dengan cara terakhir menggunakan albothyl.
Cara paling efektif menurut saya adalah meminum larutan penyegar pereda panas dalam, dan mengoleskan Albothyl secara langsung di lokasi sariawan tersebut. Larutan penyegar selain untuk penghilang haus juga menjaga mulut tetap basah, sehingga sariawannya tidak terkena kawat-kawat gigi secara langsung. Sedangkan Albothyl sendiri sudah terkenal sebagai penyembuh sariawan yang ampuh. Tentu dengan sedikit rasa pedih.
2.  Bawalah sikat kawat gigi khusus (atau tusuk gigi) dan cermin kemanapun anda pergi. Apabila memungkinkan segera menyikat gigi setelah memakan sesuatu, mengingat mudahnya sisa-sisa makanan tertinggal pada sela-sela antara gigi dan kawat gigi.
3. Karena sekarang menggunakan kawat gigi, jadi hindarilah makanan-makanan yang susah untuk dikunyah seperti daging steak, pizza, permen karet, sate, dll. Apabila anda benar-benar ingin memakannya, maka irislah dulu kecil2 makanan tersebut baru kemudian dimakan. Makanan seperti buah, sate, jagung bakar dan yang lain dimana perlu untuk digigit dihindari dulu atau seperti sate dilepas dari tusuknya kemudian diiris lebih kecil-kecil.
Rata-rata kawat gigi ini digunakan selama 2 tahun, bisa lebih apabila memang struktur gigi awal yang terlalu parah. Setelah penggunaannya, dapat digunakan retainer kurang lebih selama 3 bulan untuk menjaga strtuktur gigi yang telah terbentuk. Baru kemudian dapat terbebas seluruhnya dari kawat gigi tsb.
Perlu diperhatikan juga, sebaiknya sebelum dokter gigi sendiri yang mengatakan bahwa kawat gigi tersebut dapat dilepas sebaiknya jangan dilepas. Salah-salah posisi gigi kita akan lebih berantakan dibandingkan awal sebelum kawat gigi tersebut dipasang. Karena apabila belum pas posisinya kemudian dilepas maka gigi-gigi tersebut akan mencari posisi asal dan bertabrakan satu dengan lainnya.
Apakah anda memiliki pengalaman lain utnuk dibagi? silakan komen di bawah

Tips Nyaman Gunakan Kawat Gigi

Saat ini pemakaian kawat gigi permanen atau sering juga disebut begel semakin populer. Bahkan kawat gigi ditambah dengan berbagai aksesoris yang menarik, penggunaannya justru menjadi trend. Anda pengguna kawat gigi? Mungkin Tips nyaman gunakan kawat gigi ini dapat bermanfaat bagi anda.

Jika Anda memutuskan untuk menggunakan kawat gigi permanen semacam itu, tak perlu khawatir harus mengikuti diet makanan tertentu. Hanya saja ada beberapa jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari.

Permen karet, popcorn atau berondong jagung, permen yang keras atau lengket serta minuman yang terlalu manis seperti minuman bersoda atau jus merupakan beberapa jenis yang perlu dihindari.

Berikut ini ada beberapa Tips yang diungkap oleh para ahli, bagi Anda yang menggunakan kawat gigi, yaitu :

1. Segera menyikat gigi atau gunakan floss atau kawat khusus permbersih gigi setiap habis makan.
2. Jika Anda habis meminus soda atau jus yang mengandung gula tinggi, jangan menunggu lama untuk menyikat gigi
(baca juga Hindari Sikat Gigi Setelah Minum Cola) . Hal itu perlu dilakukan guna menghindari menempelnya gula pada gigi.
3. Temui dokter gigi Anda jika mengalami masalah dengan kawat gigi, termasuk kehilangan karet pengait atau jika kawat gigi membuat luka pada mulut.
4. Untuk luka di sekitar gigi dan mulut sesaat setelah penggunaan kaat gigi, Anda bisa mengonsumsi obat pereda sakit yang dijual bebas... :)
(sumber:http://www.republika.co.id)

Tips Aman Menggunakan Kawat Gigi

Jika Anda memutuskan untuk menggunakan kawat gigi permanen semacam itu, tak perlu khawatir harus mengikuti diet makanan tertentu. Hanya saja ada beberapa jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari.
Permen karet, popcorn atau berondong jagung, permen yang keras atau lengket serta minuman yang terlalu manis seperti minuman bersoda atau jus merupakan beberapa jenis yang perlu dihindari.
Berikut ini ada beberapa Tips yang diungkap oleh para ahli, bagi Anda yang menggunakan kawat gigi, yaitu :
1. Segera menyikat gigi atau gunakan floss atau kawat khusus permbersih gigi setiap habis makan.
2. Jika Anda habis meminus soda atau jus yang mengandung gula tinggi, jangan menunggu lama untuk menyikat gigi (baca juga Hindari Sikat Gigi Setelah Minum Cola) . Hal itu perlu dilakukan guna menghindari menempelnya gula pada gigi.
3. Temui dokter gigi Anda jika mengalami masalah dengan kawat gigi, termasuk kehilangan karet pengait atau jika kawat gigi membuat luka pada mulut.
4. Untuk luka di sekitar gigi dan mulut sesaat setelah penggunaan kaat gigi, Anda bisa mengonsumsi obat pereda sakit yang dijual bebas

Senyum di Balik Kawat Gigi

Masa merawat balita dan anak prasekolah sudah usai. Kini anak Anda yang berada di Sekolah Dasar siap memasuki masa remaja. Jika di masa sebelumnya, Anda sangat memperhatikan masalah kesehatannya, ketika anak beranjak usia remaja, masalah estetika atau penampilan bisa menjadi persoalan serius karena menyangkut kepercayaan dirinya. Salah satu problem yang sering menjadi perhatian orang tua adalah kerapian gigi anak. Coba lihat: Apakah giginya cenderung maju ke depan? Perlukah memakai kawat gigi? Apakah usianya masih terlalu muda pemasangan kawat gigi?
MENGAPA PERLU?
Kelainan gigi adalah faktor yang mendasari pemasangan kawat gigi ini. Secara garis besar kelainan gigi bisa diakibatkan herediter (bawaan) atau lingkungan. Kelainan bawaan adalah faktor-faktor yang diturunkan orang tua kepada anak, seperti  ukuran gigi, ukuran dan bentuk rahang, gigi berlebih dan lainnya. Kelainan atau ketidakteraturan gigi biasanya terjadi karena tidak seimbangnya ukuran gigi dengan  rahang, seperti contoh si anak mempunyai gigi yang besar dari ayahnya dan rahang yang kecil dari ibunya hal ini dapat mengakibatkan lebar gigi tidak mencukupi ruang dalam rahang sehingga terjadi ketidakteraturan gigi (berjejal). Masih disebabkan herediter, ada juga kelainan pertumbuhan rahang, dimana pertumbuhan rahang atas tidak seimbang dengan pertumbuhan rahang bawah. Hal ini membuat kelainan profil wajah, yaitu profil yang cembung atau tongos (rahang atas jauh lebih maju dibanding bawah) atau profil cekung atau cakil (rahang bawah lebih maju dibanding rahang atas).
LINGKUNGAN DAN KEBIASAAN
Faktor lingkungan pun bisa menjadi penyebab kelainan gigi geligi, misalnya bila gigi si kecil tanggal sebelum waktunya akibat gigi berlubang, kelainan jaringan penyangga gigi, dan trauma. Ruang gigi yang tanggal ini akan tertutup oleh gigi sebelahnya sehingga gigi yang akan muncul akan terhalang. Untuk menghindari hal-hal ini, diperlukan perawatan gigi secara berkala sehingga pencabutan gigi pada anak dapat dihindari, yaitu dengan perawatan penambalan, perawatan akar, pembersihan karang gigi, dan jika memang terpaksa dicabut maka harus dilakukan perawatan lanjutan agar kelainan yang lebih berat  tidak terjadi. Kebiasaan buruk anak, seperti mengisap ibu jari dan bibir, menggigit benda seperti pulpen dan kuku, dan bernapas melalui mulut bisa mengakibatkan kelainan geligi. Kebiasaan buruk ini memang tidak akan langsung berpengaruh pada gigi, namun 2-3 tahun kemudian, akan mengakibatkan kelainan gigi. Misalnya gigi depan yang maju ekstrim (tongos), open bite (gigi depan terbuka atau tidak bisa menggigit). Biasanya, lama penggunaan kawat gigi antara 1-3 tahun. Tergantung pada beberapa faktor, yaitu pertumbuhan rahang, kerjasama pasien, dan tingkat keparahan maloklusi (kelainan gigi) tersebut.
KAPAN DIPERLUKAN?
Lantas kapan seorang anak membutuhkan perawatan dengan kawat gigi? Perawatan kawat (fix) yang paling responsif adalah pada usia 11-15 tahun. Tulang rahang pada usia tersebut mempunyai respons yang baik terhadap perawatan. Namun pada kasus-kasus tertentu, di usia anak yang lebih muda (8-10 tahun) dengan kelainan gigi, juga bisa dipertimbangkan untuk melakukan perawatan kawat gigi, baik fix maupun lepasan, dan biasanya bersifat sementara (early stage). Selain itu, pemasangan kawat gigi pun dibutuhkan untuk menghindarkan rasa minder pada anak, sehingga berpengaruh baik pada  efek psikologis, misalnya bila gigi depan bawah lebih maju dibanding gigi depan atas, gigi depan yang terlalu maju dan gigi berjejal yang berat. Tidak mau kan, si kecil anjlok prestasinya di sekolah hanya karena minder? Namun yang jelas, perawatan kawat gigi tetap (fix) untuk buah hati Anda harus dikonsultasikan secara mendalam dengan dokter spesialis ortodonti, karena ada kriteria tertentu yang mengharuskan anak harus menunggu perawatan sampai gigi permanennya lengkap atau perawatan segera mungkin  dengan memanfaatkan pertumbuhan dan perkembangan rahang (modifikasi pertumbuhan).
PILIH YANG MANA?
Dari cara pemasangannya, ada 2 jenis kawat gigi yaitu, kawat gigi lepasan dan kawat gigi  tetap. Kawat lepasan biasanya digunakan pada kasus-kasus yang relatif ringan. Jangan heran bila akhir-akhir ini anak justru merengek minta dipasangkan kawat gigi, karena jenis kawat gigi tetap memang sedang tren. Apalagi anak mengganti warna karet kawat giginya. Bahan material kawat gigi (braces) mempunyai pilihan yang bervariasi, mulai dari logam, plastik, keramik, sampai emas.Masing-masing bahan mempunyai kelebihan dan kekurangan. Bahan logam relatif lebih kuat dibandingkan dengan bahan plastik atau keramik, namun braces keramik warna putih atau bening banyak disukai karena faktor estetik. Untuk biayanya, kawat gigi tetap berkisar antara 8-15 juta, tergantung pada jenis bahan dan sistem braces yang dipakai, sedangkan untuk kawat lepasan antara 2-5 juta. Di luar semua itu, perlu diperhatikan juga bahwa ada beberapa kondisi kelainan gigi anak yang bersifat sementara, yang nantinya akan terkoreksi sendiri, sehingga orang tua tidak perlu khawatir. Kondisi ini antara lain: adanya celah pada gigi depan, gigitan dalam, dan gigi berjejal ringan. Untuk mengenali apakah kondisi kelainan ini masih dalam taraf normal atau tidak, idealnya Anda berkonsultasi ke dokter gigi.

Jenis Kawat Gigi

Memperindah senyuman dapat dilakukan melalui berbagai cara salah satunya merapikan susunan gigi. Merapikan susunan gigi umumnya dilakukan melalui pemasangan kawat gigi. Bagi anda yang berminat memasang kawat gigi ada beberapa pertimbangan yaitu pertama memilih kawat gigi apa yang tepat untuk anda. Biasanya dokter gigi akan melihat dulu masalah struktur gigi anda kemudian menentukan diperlukan pencabutan gigi atau tidak. Pencabutan gigi dilakukan biasanya gigi di samping gigi taring atau gigi bungsu. Kemudian kedua pertimbangan biaya, biasanya dokter gigi yang memiliki keahlian khusus orthodonty atau mengambil spesialisasi orthodonty meneantukan harga lebih mahal daripada dokter gigi biasa. Biaya juga dipengaruhi dari jenis kawat gigi. Yang penting carilah referensi sebanyak mungkin, dokter mana dan jenis kawat gigi apa yang kan anda gunakan karena pemasangan kawat gigi membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Pertimbangan ketiga, perhatikan cara perawatan yang benar sesuai petunjuk dokter, datanglah secara terartur untuk mengontrol dan mengatur kawat gigi anada supaya hasilnya terus mengalami kemajuan dan cepat juga dilepas. Selalu bersihkan gigi anda sesuai petunjuk dokter karena gigi yang dipasangi kawat lebih sulit dibersihkan dan mudah dihinggapi sisa sisa makanan. Ada kalanya gigi yang sudah dirawat dengan kawat gigi kembali tidak rapi seperti semula akibat penanganan yang tidak benar atau tidak menggunakan retainer sebagai perawatan lanjutan setelah pemasangan kawat gigi. Berikut ini jenis jenis kawat gigi yang umumnya dipergunakan dokter gigi untuk merapikan gigi. Beberapa sudah umum di Indonesia dengan harga yang bervariasi:
1.Kawat Gigi Cekat/ Fixed orthodontic braces
Merupakan kawat gigi yang umum digunakan oleh dokter gigi untuk merapikan gigi. Jenis ini adalah jenis yang konvensional, dengan cara kawat metal dihubungkan dengan bracket yang direkatkan di permukaan depan gigi anda. Waktu yang dibutuhkan sampai gigi rapi bervariasi rata rata antara 12 bulan sampai 2 tahun.Dalam metode ini digunakan karet orthodontic berwarna warni dan ada juga yang berbentuk mickey mouse. Harganya rata rata antara 4 sampai dengan 12 juta rupiah. Setelah dilepas masih diperlukan lagi penggunaan retainer (penahan gigi) selama setahun agar bentuk gigi yang rapi tidak berubah dan permanen.
Gambar di atas menunjukkan jenis kawat gigi cekat, yang biasa, berukuran mini, super mini, super mini flat, ketiganya berbahan stainless dari ukuran paling besar sampai kecil. Hal ini berpengaruh pada kenyamanan dan estetika. Kemudian untuk yang tidak suka kawat giginya terlihat dapat menggunakan jenis keramik yang sewarna gigi atau saphire yang transparan. Harganya tentu saja lebih tinggi.
2. Lingual Braces/ Kawat Gigi Yang Dipasang di bagian dalam gigi
Bagi anda yang tidak ingin terlihat menggunakan kawat gigi bisa menggunakan lingual braces. Sebabnya adalah selain biayanya lebih mahal, diperlukan keahlian khusus bagi dokter gigi untuk mengatur jaringan kawat di balik gigi setiap kali kontrol, lebih lama tercapai hasilnya, lebih sulit membersihkan sisa sisa makanan karena letak kawat di bagian dalam gigi dan pada beberapa kasus tidak dapat diterapkan. Berikut ini link untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan lingual braces dalam bahasa inggris.
Metode ini tidak sering ditemukan di praktek dokter gigi.
3. Invisalign
Invisalign adalah metode menggunakan bahan campuran plastik yang khusus dibentuk sesuai susunan gigi anda. Secara berkala cetakannya diubah dan dipasang ke gigi sesuai tahappan yang diinginkan oleh dokter gigi. Karena plastik invisalign transparan maka secara estetik patut dipertimbangkan. Dapat dicopot saat makan dan sikat gigi, namun minimal dipakai kira kira 20 jam sehari. Biayanya masih cukup mahal di Indonesia sekitar 4 juta rupiah ke atas.Waktu perawatan sekitar 1 sampai 2 tahun.

Tidak semua dokter gigi di Indonesia menawarkan Invisalign karena biayanya yang cukup mahal. Selain itu penggunaan kawat gigi yang tampak dari luar merupakan sebuah trend tersendiri.
4. Inman Aligner / Metode gabungan invisalign dan kawat gigi.
Metode ini memerlukan sekali pemasangan saja. Selintas mirip seperti retainer. Bentuk alatnya kawat gigi yang dipasang di belakang dengan tambahan plastik di depan sesuai cetakan gigi. Biayanya jauh lebih murah dari invisalign namun jarang digunakan oleh dokter gigi di Indonesia. Dapat dicopot saat makan dan sikat gigi dan pemasangan minimal 20 jam sehari. Waktu perawatan sekitar 6 sampai 16 minggu, bila digunakan sesuai petunjuk dokter. Secara estetik tidak seperti invisalign yang benar benar tidak tampak tapi juga tidak sejelas pemakaian kawat gigi cekat biasa karena dapat dilepas. Memang menguntungkan dilihat dari biaya dan waktu perawatan yang dibutuhkan, namun ukuran kawat yang dipakai di bagian dalam gigi membuat pemakainya merasa kurang nyaman saat makan atau berbicara. Selain itu pergerakan gigi yang dihasilkan dari penggunaan inman aligner terbatas jadi tidak semua kasus gigi tidak rapi dapat menggunakan metode ini. Berikut gambarnya:

Sama seperti Invisalign tidak semua dokter gigi di Indonesia menawarkan metode ini.
5. Damon Braces System/ Kawat Gigi Damon
Metode ini adalah metode yang dianggap paling inovatif karena pada kawat gigi umumnya gigi yang menyesuaikan susunan rahang sehingga dibutuhkan pencabutan beberapa gigi. Sedangkan pada Damon system, rahanglah yang bergerak menyesuaikan dengan struktur gigi selain tahapan perapihan gigi, sehingga jarang dibutuhkan pencabutan gigi. Kawat Damon seperti kawat gigi konvensional direkatkan di permukaan gigi namun ukurannya lebih kecil dan tidak memerlukan karet gigi. Bracketnya berbentuk klip sehingga kawat dapat bergerak bebas dan lebih efektif dalam membentuk struktur gigi. Damon braces tidak sebesar kawat gigi konvensional dan ada pula jenis yang transparan. Biaya sekitar 15 juta rupiah. Berikut gambarnya:

Kelebihannya waktu kontrol tidak sesering kawat gigi konvensional, lebih mudah dibersihkan dan waktu perawatan lebih singkat sekitar 1 tahun.
6. Porcelain Veener
Dapat juga dikatakan perapihan gigi instan. Sebenarnya tidak benar benar merapikan struktur gigi namun lebih kepada penempelan sejenis bahan komposit untuk memanipulasi penampakan gigi depan agar terlihat rapi. Seperti pemasangan kuku palsu pada kuku anda yang bentuknya kurang rapi. Umumnya digunakan pada gigi yang renggang, namun sulit diterapkan pada gigi yang berdesakan. Berikut link-nya dalam bahasa Inggris. Bahan tempelan gigi ini dapat bertahan sekitar 5 sampai 10 tahun.
7. 6 months smile/ Perawatan 6 Bulan untuk Gigi yang Tampak saat Tersenyum.
Perawatan kawat gigi yang difokuskan hanya pada gigi depan. Waktu yang diperlukan sekitar 1 sampai 2 tahun dapat disingkat menjadi 6 bulan saja. Namun penggunaan metode ini tidak memperbaiki struktur gigi atau cara mengunyah anda.
Metode ini jarang ditawarkan oleh doker gigi di Indonesia
8. Retainer
Bukanlah perawatan kperapihan gigi yang utama melainkan kawat gigi disponsable atau dapat dicopot setelah perawatan kawat gigi. Biasanya dipakai sekitar setahun setelah kawat gigi dicopot. Ada yang transparan juga. Harga sekitar 1 sampai 2 juta rupiah. Seringkali sudah satu paket dengan biaya perawatan gigi konvensional. Gunanya untuk mempertahankan susunan gigi yang sudah terbentuk rapi.
Retainer ini penting agar bentuk gigi rapi yang dihasilkan permanen dan tidak berubah.
Selain senyum yang indah dan meningkatkan kepercayaan diri anda, gigi yang rapi mudah dibersihkan karena sisa sisa makanan tidak mudah terperangkap. Lebih mudah dirawat karena sikat gigi atau floss gigi dapat menjangjau setiap sela dan permukaannya dengan baik. Kesehatan gigi mempengaruhi kesehatan organ tubuh yang lain. Selamat memilih perawatan perapihan gigi yang tepat bagi anda.